Filter konten yang paling canggih adalah proteksi diri sendiri, sampai saat ini belum ada software yang benar-benar secara mutlak dapat memfilter 100% akses konten negatif, setiap teknik-teknik filter memiliki kelemahan dan celah keamanan. Oleh karna itu upaya-upaya proteksi individu yang perlu dikelola terutama untuk anak-anak sekolah melalui kegiatan-kegiaatan sosial, edukasi, organisasi dan kegiatan keagaman.
Untuk anak-anak sebaikanya pengaksesan Internet selalu didampingi oleh orang tua. Terkadang salah ketik atau salah klik situs dapat mengarahkan secara otomatis ke konten negatif. Defenisi negatif juga terkadang menjadi masalah dan diterjemahkan berbeda-beda antara suku, agama dan negara.
Bukan hanya itu, saat ini akses Internet melalui media handphone sangat mudah dilakukan, oleh karenanya periksalah isi handphone anak Anda secara berkala dengan waktu yang acak.
Komputer-komputer Internet publik seperti di sekolah, kampus, kantor, cafe sebaiknya menggunakan tata letak yang dapat dilihat secara umum atau hanya dilindungi seperlunya saja, dengan demikian secara tidak langsung telah diawasi oleh orang-orang disekitar dan menimbulkan efek malu.
Cara yang terakhir barulah menggunakan software, ada beberapa teknik yang bisa digunakan, yakni:
1. Menginstallkan program filter pada setiap komputer
Saya tidak menjelaskan secara spesifik untuk cara pertama ini, karena ada banyak sekali macam dan jenis, serta beragam cara penggunaannya. Software-software tersebut dapat dicari melalui internet, diunduh gratis, kemudian diinstall dan langsung memproteksi otomatis.
2. Menggunakan DNS (Domain Name System) filter
Berikut adalah analogi dan penjelasan singkat tentang DNS: Nama adalah identitas kita untuk membedakan satu dengan yang lainnya, begitu pula dengan Internet memiliki identitas berupa nama, bedanya nama untuk komputer-komputer di Internet menggunakan angka yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Sebagai salah satu tujuan memudahkan manusia maka identitas angka tersebut dialiaskan dengan kata atau huruf atau kombinasi huruf dan angka, pengaliasan ini dilakukan oleh DNS, sehingga kita bisa memanggil google.com padahal nama sebenarnya adalah 64.233.181.147.
Fungsi dasar DNS inilah yang dimanfaatkan untuk memfilter, sehingga saat pengguna menggakses http://kontennegatif.com, DNS mengalihkan ke alamat lain atau tidak diarahkan sama sekali.
Ada beberapa DNS yang menggunakan filter konten negatif di Internet, salah satunya adalah DNS Nawala http://nawala.org yang alamat DNSnya 180.131.145.145 dan 180.131.144.144.
3. Meminta penyedia jasa Internet untuk memblokir
Upaya pemfilteran tidak hanya dapat dilakukan oleh pengguna tetapi juga oleh penyedia jasa Internet/Internet Service Provider (ISP), oleh karenanya Anda sebagai pelanggan bisa mengajukan permintaan kepada ISP untuk melakukan pemblokiran konten negarif Internet. Mungkin tidak semua ISP yang memfasilitasi, tetapi ISP yang baik tentunya memperlihatkan kebutuhan pelanggan semacam ini.
Tiga cara teknis di atas hanya dapat meminimalisir secara maksimal, tidak menutup kemungkinanan adanya kebocoran dan kelemahan. Pada sisi lain, upaya pemfilteran dengan cara berlebih-lebihan justru menurunkan kualitas kecepatan Internet dan menimbulkan keterbatasan informasi bagi pengakses yang berhak. Oleh karena itu upaya filter ini harus beriringan dengan upaya non-teknis.
Rangkuman
- Lakukan edukasi terus-menerus berserta pendampingan
- Lakukan pengawasan
- Gunakan perangkat lunak pembantu
- Gunakan DNS yang menfilter konten negatif
- Meminta ISP memblokir
