Tulisan ini adalah catatan pribadi saya yang terinspirasi dari beberapa hari berdiskusi dengan sesama dosen, membaca beberapa sumber dan kemarin menjadi peserta workshop berjudul what is research? [1].
Secara pribadi, pertanyaan what is research? ini muncul dari masih biasnya definisi secara khusus apa sebenarnya riset itu, juga masih kaburnya apakah riset-riset yang kita lakukan selama ini benar-benar berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan? atau bahkan mungkin saja yang dikerjakan selama ini adalah pekerjaan ranah profesional yang sebenarnya mungkin belum tepat untuk dikatakan sebagai penelitian.
Sebagai dosen kita mempunyai kewajiban melakukan penelitian secara terus menerus, oleh karena itu tentunya kita perlu mencari sesuatu hal yang dapat digunakan sebagai alat ukur apakah yang kita lakukan dapat dikatakan sebagai riset atau tidak. Tanpa mengetahui makna riset dengan baik tentu kita tidak akan pernah mencapai tujuan dari riset itu sendiri. Mengetahui makna riset juga bertujuan untuk memperkirakan seberapa besar kontribusi penelitian yang kita lakukan.
Berikut saya tuliskan beberapa definisi riset dari beberapa orang, kemudian saya mencoba mengkombinasikannya menjadi definisi baru agar mudah dipahami, definisi ini akan saya gunakan sendiri secara pribadi, selanjutnya agar lebih jelas lagi saya akan mencoba sedikit mengkritisi dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sederhana terhadap definisi tersebut.
Ada banyak sekali yang mendefinisikan riset, beberapa diantaranya mendefinisikan riset adalah penyelidikan suatu masalah secara ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan [2]. Ada juga yang mengatakan riset sebagai sebuah cara sistematik untuk mencari jawaban atas sebuah pertanyaan, jika tidak ada pertanyaan maka bukanlah riset [3]. Pada sisi lain ada yang mengatakan riset adalah penggunaan apa yang sudah kita pelajari (atau yang belum) kemudian digunakan untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan [4], bahkan ada yang mengatakan dengan sangat singkat sekali bahwa jika kita mengetahui apa yang sudah kita lakukan maka itu tidak bisa dikatakan sebagai riset [5].
Jika diperhatikan dari beberapa definisi riset, ada 3 hal yang dapat dikombinasikan yakni “melakukan sebuah sesuatu kegiatan apapun yang dapat menambah pengetahuan, pada umumnya berangkat dari masalah keilmuan dan dilakukan dengan cara metode ilmiah/keilmuan”.
Kenapa dikatakan kegiatan apapun? Karena banyak sekali variasi atau cara yang bisa dilakukan untuk mengerjakan riset, cara-cara tersebut terus tumbuh seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Berikutnya, kenapa dikatakan menambah pengetahuan? Karena inilah tugas dari riset, jika sebuah pengetahuan sudah ada kemudian dilakukan lagi dengan cara dan hasil yang sama maka belum bisa dikatakan menambah pengetahuan, pemahaman ini penting sekali, nanti akan ada korelasinya dengan konsep jurnal dan konsep nilai kontribusi penelitian.
Baik, kita lanjutkan pertanyaan berikutnya, kenapa dikatakan berangkat dari masalah keilmuan? Karena yang dimaksud masalah bukanlah masalah hidup sehari-hari tetapi lebih ke arah keilmuan, sebagai contoh tidak ada yang bermasalah dengan beras yang putih dan agak kekuningan, dua jenis tersebut bisa kita makan tetapi masalahnya kenapa ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna kekuningan? Dalam bidang ilmu pertanian ini menjadi masalah, inilah yang harus dicari jawabannya.
Pertanyaan terakhir, kenapa dikatakan dengan cara metode ilmiah/keilmuan? Karena sesuatu yang baru tetapi tidak melalui metode atau cara ilmiah maka hasilnya masih diragukan. Sebagai contoh, kita mencoba dua model kursi yang berbeda, kursi pertama kita mampu duduk 2 jam sedangkan kursi model ke 2 bisa sampai 4 jam kemudian kita menyimpulkan bawah kursi ke 2 lebih ergonomis terhadap manusia. Kesimpulan ini diragukan hasilnya karena percobaan belum mengikuti metode ilmiah untuk mengukur ergonomis, juga percobaan ini hanya dilakukan kepada satu orang sehingga masih terlalu dini untuk bisa disimpulkan bahwa ini berlaku secara umum. Namun demikian pada bidang ilmu lain penggunaan sampel 1 atau 2 sudah cukup, jadi inti fokusnya apakah metode atau caranya telah ilmiah sesuai dengan kaidah riset bidang ilmu itu sendiri.
Dengan demikian, apa yang dilakukan dan apa kontribusinya terhadap pengetahuan serta apakah metode yang dilakukan benar secara ilmiah/keilmuan, adalah 3 bagian yang tidak bisa,tidak bisa dan tidak bisa dipisahkan untuk bisa dikatakan sebagai riset.
Agar 3 poin tadi lebih jelas, berikut saya analogikan beberapa judul penelitian untuk mengira-ngira apa kontribusi keilmuan yang dihasilkan dan apa upaya yang mungkin bisa dilakukan untuk meningkatkan kontribusi pengetahuan/keilmuan.
| No | Judul | Nilai Kontribusi Keilmuan | Upaya meningkatkan kontribusi |
| 1 | Rancang Bangun Infrastruktur Big Data Menggunakan Apache Spark di PT XYZ | Jika rancang bangunnya menggunakan teori dari penelitian yang ada maka kontribusinya berupa informasi bahwa teori tersebut juga digunakan pada kasus ini.
Big data memang teknologi yang terkini tetapi setup dan instalasi Big data dengan Apache spark sudah ada di buku manual Jika penelitian ini melakukan perhitungan kalkulasi kecepatan data, keberhasilan dan seterusnya, bukankah sudah ada dilakukan oleh pada expert dari Apache Spark, bahkan sebelum aplikasi ini direlease |
Kontribusinya bisa ditingkatkan bahkan dengan menekan tingkat kesulitan dan kerumitan tetapi mempunyai dampak penting untuk pengetahuan, misalnya kita ubah menjadi: Rancang Bangun Infrastruktur untuk distribusi data skala kecil menggunakan Apache Spark di PT XYZ. Kenapa penting? Karna misalnya pengetahuan yang ada sekarang selalu membangun big data skala besar, belum ada yang membuktikan bisa untuk skala kecil |
| 2 | Analisis Penentu Antarmuka Terbaik Berdasarkan Eye Tracking pada Sistem Informasi Akademik Universitas ABC |
Eye tracking memang teknologi canggih tetapi penggunaannya adalah pengetahuan yang sudah ada
Jika analisis ini menggunakan teori yang sudah ada maka kontribusinya hanya mempertegas ada penggunaan teori tersebut pada kasus ini Kasusnya pada sistem informasi akademik universitas ABC artinya 2 poin di atas diimplementasikan pada tempat ini Penggunaan teknologi yang canggih tetapi tidak terlalu banyak memberikan kontribusi keilmuan |
Peningkatan kontribusi penelitian ini dapat diubah menjadi penggunaan teknologi eye tracking untuk melihat berbagai respon pengguna atas penggunaan kelompok warna pada sistem informasi akademik universitas ABC. Karena misalnya secara keilmuan belum ada yang meneliti ini, jika berhasil maka hasilnya sangat berguna bagi pada profesional untuk membangun website dengan konsep pewarnaan yang tepat. |
| 3 | MLlib: Machine Learning in Apache Spark[6] | Membuat library software sebagai machine learning yang dapat berkomunikasi dengan Apache Spark.
Kenapa ini termasuk riset? Karena library ini merupakan salah satu solusi atas bermasalah bidang ilmu big data khususnya untuk machine learning. |
|
| 4 | Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi XYZ Desa ABC Kecamatan ZYX | Koperasi XYZ mempunyai masalah berupa belum mempunyai sistem informasi koperasi, tetapi masalah ini bukanlah masalah keilmuan dan metode riset tidak diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini.
Judul ke 3 dan ke 4 sama-sama melakukan pembuatan software tetapi judul ke 3 untuk menyelesaikan masalah bidang keilmuan sedangkan judul ke 4 tidak. |
Arah penelitian bisa diubah misalnya menjadi seberapa efisien kinerja koperasi XYZ setelah menggunakan sistem informasi ini. Atau bisa juga membawa bentuk format penelitian pada contoh judul nomor 1.
Jika mau ditingkatkan lagi nilai sumbangsih keilmuannya, maka boleh saja penelitian ini diarahkan untuk mengukur kapan sebuah unit bisnis kecil membutuhkan sistem informasi yang berdampak efisien, dan kapan situasinya tidak efisien. |
Membuat sistem atau software memang tidak mudah, butuh keahlian dan jam terbang yang tinggitetapicara membuatnya sama sekali tidak menambah pengetahuan baru pada bidang ilmu, riset fokus pada penambahan pengetahuan bidang ilmu.
Mudah-mudahan dengan definisi dan beberapa contoh di atas dapat sedikit membantu persepsi kita tentang riset.
Dimana posisi jurnal ilmiah terhadap penelitian?
Jika kita kembali kepada definisi riset, tercantum di sana bahwa riset dapat menambah pengetahuan, atau dengan bahasa lain riset menambah pengetahuan dari kumpulan riset yang pernah ada. Lalu, dimana kita bisa mengetahui pengetahuan atau riset ini sudah ada? Dia ada di banyak tempat, bisa saja melalui sebuah seminar dari seorang peneliti, laporan penelitian yang dipublikasi melalui media masa, sebuah tulisan ilmiah yang dipublikasi peneliti, di repository dokumen akademik, berdiskusi dengan para peneliti, informasi hasil penelitian yang diinformasikan di majalah, koran, berita media masa lainnya ataupun melalui tempat formal publikasi penelitian yakni jurnal ilmiah.
Makna menambahkan pengetahuan pada definisi riset saya rasa mempunyai arti bahwa setiap hasil penelitian hendaknya dipublikasi. Selama penelitian itu tidak dipublikasi bagaimana mungkin peneliti lain mengetahui ada penambahan pengetahuan yang bersumber dari riset Anda. Tidak mempublikasi hasil penelitian sama saja berpartisipasi untuk menghambat penambahan pengetahuan ilmu.
Mempublikasi hasil penelitian tidak harus di jurnal, dimana saja bisa, tetapi kenapa mekanisme jurnal yang diutamakan? Hal ini dikarenakan jurnal telah menjadi mekanisme kesepakatan para peneliti sebagai wadah formal untuk mempublikasi penelitian baru. Jurnal juga dipercaya karena adanya tahapan review oleh peneliti ahli yang satu bidang ilmu. Hal ini diperlukan untuk memeriksa apakah artikel jurnal tersebut benar-benar menambahkan pengetahuan baru bidang ilmu, apakah melalui metode riset yang benar, dan apakah memenuhi standar kelayakan artikel sehingga dapatdisetujui untuk dipublikasi.
Berdasarkan uraian tersebut, kita memposisikan jurnal sebagai media formal tempat mempublikasi penelitian baru agar berdampak terhadap penambahan pengetahuan baru.
Semoga sedikit cerita saya tentang definisi riset dan fungsi jurnal ini berguna, amien.
Mungkin penjelasan saya di atas belum begitu jelas atau ada yang perlu diperbaiki, mari kita berbagi diskusikan di kolom komentar di bawah ini.
Referensi
[1] Marzal, J. (2018, 28 Januari). What is research. Diakses dari http://jefrimarzal.staff.unja.ac.id/pengajaran/silabus-metodologi-riset-si-dan-komputer/
[2] KBBI (2018, 28 Januari). Definisi riset . Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/riset
[3] ETU( 2018, 28 Januari). Understanding research. Diakses dari http://www.etu.org.za/toolbox/docs/development/research.html
[4] SES (2018, 28 Januari). What is research?. Diakses dari https://sesb.berkeley.edu/research/RW_Mod_1.pdf
[5] Wikipedia (2018, 28 Januari). Research. Diakses dari https://simple.wikipedia.org/wiki/Research#cite_note-2
[6] Meng X, dkk ( 2018, 28 Januari). MLlib: Machine Learning in Apache Spark. Diakses dari http://www.jmlr.org/papers/volume17/15-237/15-237.pdf


